Welcome To My Blog

pertama kali menulis blog. belum berpengalaman tapi mencoba share dengan teman-teman semua...

Kamis, 22 September 2011

Mengubah Hambatan menjadi Tantangan, dan mengubah tantangan menjadi Jalan ...

     "Waktu telah menunjukkan pukul 2 pagi,,aku masih berkutat dengan tugas-tugas yang diberikan dosen . Pun Detak Jam dinding di Mejaku seakan lelah menemani sosokku yang dari jam 9 malam tadi terus duduk di meja memeras otak, baik otak kanan maupun kiri untuk menyelesaikan Tugas- tugas yang sedemikian banyaknya . Tik . . tik . . tik . .suara keyboardku beradu dengan detak jarum jam, satu persatu kertas kubuka, kupelototi dalam-dalam sembari menerawang jauh, mencari-cari sedikit bayangan tentang materi apa yang tertera disitu . Aku yang Lulusan IPA di SMA, sedang mengerjakan bab Biaya Produksi pada Materi teori Ekonomi mikro..Jelas gak nyambung, begitu pikirku... Apa aku bisa ? Ah..Kayaknya aku gak bisa deh . . . Kalo seandainya Aku bisa, apa Jawabanku Benar ?"
 

     Mungkin anda pernah merasakan hal yang Sama ?  Tentu . Entah itu di Bangku SD,SMP, SMA, atau Kuliah atau di kehidupan Rumah Tangga . Kalaupun anda adalah orang yang perfectionis dan Smart, yang tidak pernah mengalami kesulitan (mungkin ya ? ? ),cobalah posisikan diri anda sebagai pelaku utama pada cerita di atas, Apa yang akan anda Lakukan ? ketika kekurangan anda menjadi hambatan untuk maju. Apa mungkin kita bisa merubah Hambatan menjadi Tantangan , dan mengubah tantangan itu menjadi Jalan ? Ayo kawan ! kita sama-sama mencari jawabannya...

     Pertama, Kita mulai dari mengubah Hambatan menjadi Tantangan,, saya teringat kisah seorang Atlit multitalent,dia juara pada beberapa cabang olahraga, Renang, Catur, Golf, semua bisa ia lakukan . Pasti terbesit di pikiran anda bahwa dia adalah atlit yang gagah , kekar , dan penuh dengan segala kelebihan lainnya. Tapi apa anda percaya bahwa Atlit ini terlahir Cacat ? dan yang lebih menusuk nurani lagi, dia bukan hanya kehilangan 1 kaki atau 1 tangan . Tapi dia terlahir tanpa tangan dan kaki, hanya sebuah kaki kecil yg ia andalkan . Tapi apa hasilnya ? Mungkin kita yang terlahir sempurna ini, belum tentu bisa seperti dia . Inilah contoh orang yang bisa mengubah hambatan menjadi Tantangan . Dia tau, dia sadar, dan dia paham, bahwa dia punya kekurangan, tapi ! kata "TIDAK BISA" tak pernah di save  dalam otaknya . Kalau kita dari awal sudah mengatakan "BISA", maka insya Allah kita pasti bisa. Tergantung seberapa besar Usaha kita, dan seberapa jauh kita tidak menyerah  terhadap hambatan itu .

     Kedua, Mengubah tantangan menjadi Jalan . Pernah mendengar Pengusaha Waralaba yang meraup omset milyaran ? Apa orang ini hanya orang beruntung yang karena hoki bisa sesukses itu ? Tidak . Setiap kesuksesan punya cerita . Apa saat kita menaiki tangga, kita langsung sampai di atas? Jelas ada proses yang harus kita lalui. Orang yang bisa mengubah hambatan menjadi jalan, adalah orang yang tahu "KAPAN, APA dan BAGAIMANA" harus bertindak.  Jalan menuju keberhasilan dan kesuksesan tidak selamanya terbuka, INGAT !! banyak yang antri untuk itu , saya yakin semua orang di dunia pasti ingin sukses dan berhasil, itu berarti anda dan saya  harus berlomba dengan 6 milyar penduduk bumi untuk menuju ke jalan kesuksesan. Nah, siapa yang tahu KAPAN waktu yang tepat untuk bertindak, APA tindakan yang tepat, Serta BAGAIMANA melakukan tindakan itu, dialah yang akan duluan masuk ke jalan ini.

    Percayalah, Jalan ke depan masih panjang !! anda , saya , dan saudara-saudara kita masih akan diperhadapkan pada banyak masalah . Siapa yang bisa survive  sampai akhir, dialah pemenangnya !! siapa yang cepat menyerah, dia yang akan kalah . Dont Forget kawan!!  bagian Roda yang tergilas jalanan saat roda itu berputar,,tidak selamanya di bawah, ada kalanya dia akan di atas dan bagian roda yang tadinya di atas, adakalanya akan tergilas dibawah . Manfaatkanlah Kesempatan jika ada,  dan jangan Menyerah Terhadap Hambatan yang ada . .!!

Oleh : Muhammad Hasanuddin Tuasamu

Mutiara Cerminan Diri ?

    

    "Mutiara. Awalnya ia bukan apa-apa. Hanya butiran pasir dan debu kotor yang tak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya: detik demi detik, di kedalaman samudera, dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya. Dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun kemudian, keindahannya juga tak dapat segera dinikmati begitu saja. Karena ia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh dan dibersihkan, disepuh dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa. Sungguh sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan."

***

    Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini. Bahkan bisa jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri, sebagai manusia tak berguna, makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kau melihat orang lain yang nampak begitu sempurna dan memiliki begitu banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam. Mengapa orang lain memiliki begitu banyak kelebihan sedang aku tak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa aku buruk sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku selalu gagal? Mengapa orang lain kaya dan aku miskin? Serta beribu 'mengapa' lainnya yang akan membuat kita kecewa dan terluka, serta terpaku pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.

Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhlukNya hanya dengan kekurangan saja atau kelebihan saja. Hanya dengan madharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya. Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi yang imbang. Dia yang maha kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiap insan memiliki keistimewaan. Hanya saja proses hidup yang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tak muncul ke permukaan, bahkan mungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.

Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadi berharga begitu saja. Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk mendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuh ketelatenan dan kesabaran.

Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran keindahan kita masing-masing, seperti apapun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Dan proses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.

Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain, tidak akan menjadi masalah. Karena pada dasarnya kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka mata, buka telinga dan buka hati.

Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dan keyakinan untuk menjadi mutiara. Sungguh saya ingin menjadi mutiara, melalui berbagi dan berbakti pada sesama. Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yang engkau inginkan?


Sumber :http://kask.us/4809064